Harapan Terakhir
Harapan Terakhir Pagi itu aku menjalani aktivitas seperti biasanya bangun jam 5 pagi dan siap siap menuju ke akademi. Akademi itu berjarak tidak terlalu jauh mungkin hanya sekitar 3 blok saja dari rumahku. Aku biasanya pergi ke sana bersama temanku Lich , aku mengenal Lich sejak dulu sekali mungkin sekitar waktu umurku masih 2 tahun. Saat itu keluarga Lich pindah menuju rumah di depan rumahku. Sejak itulah kami mulai bermain bersama hampir setiap hari, seperti bermain bola ataupun bermain basket. Karena dari kecil kami sudah sering bermain bola ataupun basket bersama kami tergabung dalam tim olahraga di akademi kami. Kami bersekolah di salah satu akademi terbaik di kota kami. Saat aku keluar dari pintu kamarku dengan saat yang bersamaan Lich juga keluar dari kamarnya. Akademi kami menyiapkan asrama bagi para siswanya agar tidak terlalu jauh bagi murid yang tinggal di luar kota. “Hei Lich hari ini tidak ada tugas kan ?” kataku untuk membuka percakapan. “Kata siapa tidak ada tu...