Harapan Terakhir
Harapan
Terakhir
Pagi
itu aku menjalani aktivitas seperti biasanya bangun jam 5 pagi dan siap siap
menuju ke akademi. Akademi itu berjarak tidak terlalu jauh mungkin hanya
sekitar 3 blok saja dari rumahku. Aku biasanya pergi ke sana bersama temanku
Lich , aku mengenal Lich sejak dulu sekali mungkin sekitar waktu umurku masih 2
tahun. Saat itu keluarga Lich pindah menuju rumah di depan rumahku. Sejak
itulah kami mulai bermain bersama hampir setiap hari, seperti bermain bola
ataupun bermain basket. Karena dari kecil kami sudah sering bermain bola
ataupun basket bersama kami tergabung dalam tim olahraga di akademi kami. Kami
bersekolah di salah satu akademi terbaik di kota kami. Saat aku keluar dari
pintu kamarku dengan saat yang bersamaan Lich juga keluar dari kamarnya.
Akademi kami menyiapkan asrama bagi para siswanya agar tidak terlalu jauh bagi
murid yang tinggal di luar kota.
“Hei
Lich hari ini tidak ada tugas kan ?” kataku untuk membuka percakapan. “Kata
siapa tidak ada tugas , ada tuh kemarin kan baru dikasih tugas matematika”
katanya. “sialan , ayo cepat pergi aku belum mengerjakan tugas soalnya
,sepertinya masih akan ada waktu” Kataku. Lalu kami berdua pun lari menuju ke
kelas kami. Sesampainya disana masih ada waktu sekitar 10 menit sebelum bel
masuk berbunyi dengan cepat aku mengerjakan tugas matematika tersebut , untung
saja soalnya itu mudah dan hanya 1 soal.
Bel
waktu istirahat pun berbunyi ,seperti biasa aku dan kawan kawanku bagai kilat
lansung bergegas pergi ke kantin untuk membeli roti isi dan susu. Sehabis
membeli persediaan makanan kami pun langsung pergi ke medan perang , tetapi
melalui hp yaitu bermain game online. Game yang kami mainkan itu bergenre
tembak tembakan ,karena itu tidak perlu memakan waktu yang banyak untuk
memainkannya hanya beberapa menit saja dan 1 permainan pun selesai jadi tidak
akan terlalu menggangu saat bel masuk telah tiba.
Aku
dari dulu sudah sering bermain game bersama Lich entah di rumahku ataupun di
rumah dia ,kami berdua memiliki konsol jadi kita bisa bermain di rumah siapa
saja tanpa ribet. Lalu bel masuk pun berbunyi dan kami melanjutkan kelas
seperti biasanya.
Sore
pun tiba , saat murid lain pulang kami masih berada di sekolah karena masih ada
jadwal ekstrakulikuler , kami pun bergegas menuju lapangan basket, beruntungnya
hari itu tidak ada pelatih karena beliau sedang ada urusan. Aku pun mengusulkan
untuk bermain seperti biasa saja 5 v 5 “Eh mumpung ga ada pelatih gimana klo
langsung aja ke game nya gausah latihan dulu biar lebih rame, jarang jarang kan
bisa gitu.” Teman temanku pun setuju “Gasss ajalah bener kata kamu jarang
jarang bisa gini kan.” Kata salah satu temanku.
Sore
itu terasa sangat indah karena langit cerah dan bisa bermain bersama teman
temanku ,yang membuat sore itu lebih indah lagi karena tidak ada pelatih jadi
kita tidak perlu latihan fisik yang hampir selalu membuat mati. Mungkin nanti
aku akan berbicara pada pelatih untuk sering sering tidak hadir seperti ini
,yaa walaupun mungkin jika aku berkata seperti itu malah aku yang tidak akan datang lagi.
Sehabis
latihan seperti biasa kami mengobrol ngobrol dulu sebentar lalu berpamitan
untuk pulang. Rutinitas aku dan Lich sehabis latihan mampir dulu ke mini market
untuk membeli minuman yang dingin.
Aku
seperti biasa membeli minuman isotonik dan Lich membeli sebotol kopi dingin ,
setelah membayar kami pun minum di depan mini market tersebut sambil melihat
orang yang ramai lalu lalang karena itu
sudah memasuki jam pulang kantor.
Saat
sedang melamun tiba tiba lich menepuk pundak ku “Liat nih katanya ada virus
baru gitu katanya klo kena katanya efeknya
aga aneh.”
“Ah
apaan mana bisa kaya gitu , sekarang kan teknologi udah canggih paling gampang
lah nyembuhinnya juga.” Kataku seperti tidak peduli.
Setelah
beberapa saat mengobrol kami pun memutuskan kembali ke asrama kami. Pada malam
hari kami seperti biasa pergi ke ruang aula yang ada di asrama untuk bermain
ataupun sekedar ngobrol dengan anak anak yang lain.
Saat
kami sedang ngobrol ,kami pun terdiam saat melihat berita di TV. Berita itu
menyiarkan tentang virus yang baru muncul dan sedang di teliti, di berita
tersebut disebutkan bahwa salah satu dampak yang cukup aneh dari virus tersebut
adalah membuat orang menjadi lebih agresif dan tidak bisa mengendalikan
dirinya. Virus ini menyerang bagian otak manusia ,mungkin saja itu menjadi
salah satu penjelasan mengapa orang yang terkena virus tersebut berperilaku
aneh.
Pada
waktu itu kami semua tidak berpikiran aneh dan menganggap itu suatu hal yang
tidak terlalu serius. Mungkin saja pemikiran kami saat itu adalah sebuah
kesalahan ,aku tidak tau sesuatu seperti itu bakal menjadi sangat serius bagi
kehidupan manusia kedepannya.
Hari
berikutnya kami memulai aktivitas seperti biasanya tidak ada yang terlalu
spesial kecuali tiba tiba sekolah di pulangkan lebih awal , kami tidak tau apa
yang terjadi tapi yang aku tau semua murid senang pada saat itu.
Saat
aku pulang ke asrama tiba tiba di tv ada siaran darurat, yang isinya
diberitakan kepada semua masyarakat agar membatasi aktivitas di luar rumah
karena dikhawatirkan virus ini dapat menyerang secara masif.
Sebenernya
pada saat itu aku masih tidak tau apa yang terjadi , saat ini pun aku masih
tidak mengerti apa yang terjadi pada dunia saat ini.
Setelah
mendengar berita itu kemudian ada berita yang menggembirakan karena sekolah
diliburkan untuk beberapa saat dan masih tidak tau kapan akan kembali dibuka.
Keesokan
harinya yang aku lihat masyarakat masih beraktivitas seperti biasa ,tidak ada
sama sekali ketakutan. Mereka masih saling bersosialisasi satu sama lain , para
pedagang di pinggir jalan masih menjajakan jajanan mereka , kemacetan yang tak
kunjung reda ,tidak ada perbedaan yang terlalu mencolok dengan hari hari
biasanya.
2
minggu telah berlalu sejak kemunculan kasus pertama virus itu , korban dari
virus itu hari ke hari kian bertambah. Pemerintah saat itu masih belum
menemukan solusi yang tepat dari masalah ini begitupun dengan obatnya. Wilayah
yang sudah terkena dampak dari virus tersebut rata rata mengalami kehancuran
itu tidak lain karena virus itu mengakibatkan orang yang terjangkit tidak dapat
mengontrol dirinya sendiri dan sedikit agresif.
Penduduk
di kota ku pun mulai menunjukkan ke khawatiran mereka yang awalnya tenang
tenang saja mulai was was. Kebanyakan dari mereka menyerbu pusat perbelanjaan
untuk membeli bahan makanan untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama.
Kebanyakan dari mereka membeli dalam jumlah yang sangat banyak mereka tidak
menghiraukan orang lain yang membutuhkan juga.
Situasi
di asrama ku masih tenang tenang saja karena kami memilih untuk bersikap
sewajarnya dan kami tidak terlalu menghiraukan bahan makanan ,karena kami
memiliki jumlah yang sangat cukup untuk bertahan untuk beberapa bulan kedepan.
Kami memiliki jumlah persediaan makanan yang cukup karena kami salah satu dari
orang yang membeli dalam jumlah yang sangat banyak.
Di
asrama kami kita masih bisa hidup dengan nyaman karena kami selalu bersenang
senang seperti bermain game ataupun berolahraga bersama , asrama kami memliki
beberapa lapangan dan juga kolam renang yang nyaman, setidaknya itu bisa
mengalihkan pikiran kami sejenak dari wabah yang mematikan ini.
“Hei
lich keluar yuk,bosen nih di sini terus.” Kataku
“Yuk
ah disini terus lama lama juga bisa gila.” Jawabnya dengan nada yang
bersemangat
“Yaudah
panasin dulu tuh motor ,udah lama ga dipake soalnya”
“Oke
bosss”
Malam
itu pun kami memutuskan untuk pergi keluar untuk sekedar mencari angin segar
,dijalanan kami tidak banyak menjumpai orang mungkin hanya beberapa itupun yang
sedang menjajakan dagangannya di pinggir jalan ataupun tuna wisma.
Situasi
ekonomi di negara kami sangat terdampak oleh wabah ini, roda ekonomi seakan
berhenti sesaat banyak para pedagang yang menutup usahanya karena tidak ada
yang membeli dagangannya karena masyarakat takut untuk keluar dari rumahnya.
Para pengusaha di bidang pariwisata pun demikian ,karena tidak banyak
pengunjung yang datang banyak tempat pariwisata yang ditutup karena pengelola
tidak sanggup untuk membayar biaya perawatan.
Karena
situasi yang sulit ini banyak pekerja yang terkena pemutusan kerja itu
mengakibatkan banyak terjadinya kerusuhan dimana mana , orang orang kebingungan
mengatasi situasi yang baru seperti ini.
Saat
sedang asik mengobrol tiba tiba terdengar suara ledakan yang memecah
keheningan. Aku dan lich pun terdiam sambil mencari asal ledakan tersebut.
Tidak lama sepertinya kami sudah menemukan asal dari suara ledakan tersebut.
Terlihat
asap tebal disertai dengan si jago merah yang sangat mencolok ditengah
kegelapan.Aku tidak tau apa yang sedang terjadi ,karena penasaran aku menyuruh
lich untuk mendekati wilayah tersebut.Hanya beberapa meter dari saat kami
mengendarai motor kami tiba tiba banyak orang berhamburan keluar seperti
ketakutan ,situasi saat itu sangat mencekam banyak orang yang berteriak sambil
lari ketakutan , banyak juga yang menggunakan kendaraan yang mengakibatkan
kemacetan yang cukup parah.
Ternyata
setelah beberapa saat aku tau saat itu virus telah menyebar dengan cepat di
daerah ku yang mengakibatkan kerusuhan.
Saat
itu aku dan lich pun tidak pikir panjang dan langsung melarikan diri dari
tempat tersebut , para aparat baik dari militer ataupun kepolisian sudah datang
untuk membantu mengatasi masalah tersebut namun sepertinya itu tidak berdampak
banyak.Karena situasi yang sangat padat mau tidak mau kami harus berjalan kaki
untuk segera menemukan tempat yang aman. Kami berlari tanpa memperhatikan
sekitar dan mencari jalan untuk kembali ke asrama kami yang sekiranya aman.
Sekitar
10 menit kami berlari akhirnya kami sudah mendekati asrama kami, di pintu
gerbang terlihat teman temanku yang berjaga jaga sambil membawa senjata.
“Hei
bukaa gerbangnya!!!” Teriakku dari kejauhan dengan nafas yang terengah engah
“Hei
apakah kalian sudah terinfeksi ? “ Tanya salah satu teman kami yang berjaga
dengan nada yang curiga
“Tidak
kami masih aman” Kataku sambil memaksa untuk masuk
“Aku
tidak percaya pada kalian”katanya
“Kalau
kalian tidak percaya kalian bisa menahan kami beberapa saat di gudang untuk membuktikkan
tidak akan adanya reaksi apapun.”
“Baiklah”
“Hei
buka gerbangnya” Kata si penjaga itu
Kami
pun masuk ke dalam asrama itu dengan pengawalan seperti tahanan, mereka membawa
kami ke gudang sambil menodongkan senjata ke arah kami.Aku pun memaklumi itu
karena mungkin saat ini semua orang sedang berusaha untuk bertahan hidup dan
tidak mempercayai siapapun.Kami disediakan makanan dan minuman di gudang
tersebut untuk 12 jam kedepan , karena virus tersebut bereaksi sekitar 8 jam
setelah orang tersebut terinfeksi.Kami pun selalu diawasi melalu cctv.
Setelah
sekitar 12 jam kami diisolasi kami pun dibiarkan keluar, dan melihat teman
temanku seperti ketakutan dan tidak tau apa yang harus dilakukan disini.
Saat
aku melihat tayangan berita di tv situasi yang tidak pernah aku pikirkan
terjadi ,Kerusuhan dimana mana dan banyak orang yang terbunuh karena dampak
tersebut. Virus ini sudah menguasi dunia, tidak ada satupun tempat yang luput
dari dampaknya.
Saat
kami mengira situasi di asrama kami aman ternyata kami salah, banyak orang yang
sudah terinfeksi menerobos masuk dan mengakibatkan kerusuhan. Aku dan teman
temanku sedikit panik dan mencoba menghalangi mereka Aku dan teman temanku
berusaha menahan mereka dengan alat yang
seadanya dan menggunakan sedikit kekerasan untuk
menghalaunya karena tidak tau lagi cara apa lagi untuk menahan mereka.
Usaha
kami sia sia mereka menerobos masuk dan banyak dari kawan kawan ku yang
terinfeksi aku dan teman temanku yang masih selamat mencoba melarikan diri
melalu pintu darurat yang ada di belakang tapi ternyata asrama kami sudah
terkepung. Beberapa dari teman kami memutuskan untuk menahan mereka termasuk
lich dan sebagian dari kami mencoba untuk membersihkan jalan yang ada di depan.
Aku
berpisah dengan Lich disana dia menahan kerumunan tersebut dan aku pergi menuju
ke depan. Aku dan teman temanku yang di depan berhasil menyelamatkan diri
karena saat itu ada militer yang sedang berpatroli dan membawa kami ke kamp.
Aku
memberitahu pada anggota militer tersebut bahwa masih ada orang yang masih
hidup di dalam asrama tersebut dan segera mereka memanggil bala bantuan untuk
menyelamatkan mereka. Aku tidak tau apa yang terjadi pada teman temanku yang
ada di asrama karena kami terpisah.
20 tahun sejak kejadian
itu dunia sekarang tidak seperti yang sedia kala , bangunan yang hancur dimana
mana , persediaan makanan yang susah didapat ,ketersediaan air bersih yang
sangat sedikit.
Aku
dan teman teman asrama ku yang selamat bersama ku mendirikan sebuah organisasi
bernama Alliance.Kami merupakan organisasi yang membantu orang mendapatkan
barang yang diinginkan karena banyak orang yang takut untuk keluar dari kamp.
Kami
mendapatkan sebuah pekerjaan khusus yaitu mengantarkan sebuah paket ke suatu
tempat yang aga jauh. Aku tidak tau detail dari paket itu apa.
Ternyata
paket yang mereka ingin kirimkan adalah sebuah anak ,anak itu kebal terhadap
virus tersebut dan mereka mengirimku untuk mengantarkannya untuk diambil
samplenya dan diteliti dan diharapkan
dapat menyelamatkan umat manusia
Anak
itu bernama Joe
,ia terlahir dalam keadaan dunia yang sudah hancur dia tidak tau bagaimana
indahnya dunia sebelum ini dan ibunya meninggal saat melahirkannya. Aku merasa kasihan dengan umurnya yang masih sangat muda
ia sudah harus menghadapi masalah seperti ini.
Kami
memulai perjalanan kami menuju ke sebuah tempat bernama The Palace yaitu sebuah
gedung tua ,Aku mengantarkannya ke sana untuk dijemput oleh anggota dari
organisasi mereka.
Sesampainya
disana ternyata orang orang yang akan menjemputnya sudah mati karena diserang
oleh pihak militer. Karena pikirku aku tidak bisa mundur dari misi ini aku
melanjutkan untuk membawa anak itu ke markas organisasi mereka ,dan itu adalah
awal mula aku memulai petualangan ku bersamanya.
Komentar
Posting Komentar